Buruknya perbuatan khianat dalam semua perkara

Buruknya perbuatan khianat dalam semua perkara

RasululLah ﷺ bersabda,

“Tidak ada iman bagi orang yang tidak dapat diamanati . Tidak ada agama bagi orang yang tidak menepati perjanjian.”
(HR Ahmad. Al Bazzaar, ath Tharani dan Ibnu Hibban)

Khianat akibatnya akan jelek dalam segala hal. Bahkan dalam suatu kondisi, ia akan lebih jelek daripada yang lainnya.

Orang yang berkhianat dalam suatu hutan , tidak sama dengan orang yang berkhianat terhadap sanak saudara, harta dan melakukan perbuatan-perbuatan dosa besar.

RasululLah ﷺ bersabda,

“Tanda-tanda orang munafik itu ada tiga ; jika ia berbicara akan berdusta, jika berjanji ia mengengkari dan jika dipercaya , ia akan berkhianat (HR Bukhari dan Muslim)

RasululLah ﷺ bersabda,

“AlLah berkata, Aku menjadi pihak yang ketiga dari dua orang yang bersepakat, selama tidak ada salah satunya yang khianat.”

Di dalam hadith itu juga disebutkan perkara pertama kali yang akan diangkat dari manusia adalah amanah. Dan yang terakhir kali yang tersisa adalah shalat. Barangkali orang yang melakukan shalat itu tidak akan mendapat kebaikan sedikit pun. ( HR Abu Dawud dan Al Hakim).

Ibnu Mas’ud r.a. berkata,

“Pada hari Kiamat akan didatangkan orang yang khianat dengan amanahnya. Kemudian dikatakan kepadanya, ‘Tunaikan Amanahmu.’ Kemudian ia berkata, bagaimana mungkin aku bisa wahai Tuhanku, sedang dunia telah sirna?

Beliau berkata, “kemudian amanah itu berwujud seperti sesuatu ketika ia diambil dari neraka jahanam dan dikatakan kepadanya, turun dan ambillah ia, kemudian keluar darinya.”

Beliau berkata, “Kemudian ia turun dan mengambilnya dengan digendong di pundaknya , yang beratnya melebihi berat gunung di dunia. Sehingga ketika ia mengira bahawa ia telah selamat, tiba-tiba ia tergelincir kembali. Tergelincir dalam neraka selama-lamanya.”

Kemudian beliau berkata, “Shalat adalah amanah. Wudhu adalah amanah. Mandi wajib adalah amanah. Timbangan adalah amanah. Maka berikanlah semua titipan itu.”

Parti Amanah Negara (Amanah) muncul dan ditandai sebagai AMANAH refleksi daripada keinsafan kita terhadap sikap dan kecenderungan sifat Khianat yang mudah ada serta dilakukan oleh sesiapapun termasuk yang mengakui diri mereka pejuang Islam dan mukmin.

Amanah dan Khianat, keduanya akan saling bertentangan sampai hari kiamat atau sehingga yang khianat kembali menyempurnakan amanahnya.

Semoga AlLah memelihara semua kita.

يَا مُثَبِّتَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قُلُوبَنَا عَلَى دِينِكَ

“Wahai Zat yang meneguhkan hati, teguhkanlah hati kami di atas agama-Mu.

Sumber:

COMMENTS